Mengenal empat Imam madzhab


Imam Abu Hanifah

Nama Nu’man bin tsabit alkufi(tempat kelahiran) al-farisi(keturunan) Lahir Tahun 80 Hijiriyyah Wafat Wafat di Baghdad pada tahun 159 Hijriyyah Guru-Gurunya: Hammad bin abu sulaiman Zainal abidin Ja’far ash-shodiq Abu muhammad an-Nafs azakiyyah (abdullah bin hasan) dan lain-lain Imam Abu Hanifah adalah pemimpin ahli Ro’yu. Madrasah kufah dikenal dengan ro’yu-nya. Ia mencapai puncak kemasyuran dalam masalah ro’yu dan qiyas dimasa abu hanifah hingga ia dianggap sebagai pembawa panji ro’yu dan qiyas. Ia juga memperbanyak fiqih taqdiri (asumtif atau pengiraan). Imam Abu Hanifah dikenal dengan imamul qiyasain dan pemimpin fiqih taqdiri. Imam Abu hanifah dan Hadits. Imam Abu hanifah lebih dikenal dengan imam ahli ro’yu dan fiqih taqdiri sehingga seakan-akan ia tidak memperhatikan hadits. Padahal beliau juga sangat memperhatikan hadits Rasulullah sholallahu alaihi wassalam. Banyak hadits dan Atsar yang diriwayatkan darinya. Jika dibandingkan dengan imam-imam lain, memang Abu Hanifah adalah imam yang paling sedikit meriwayatkan Hadits, karena ia menetapkan syarat yang sangat ketat untuk menilai keshohihan sebuah hadits karena menimbang banyaknya pemalsuan Hadits di Iraq. Metode pengajaran Abu Hanifah Berdiskusi seputar masala-masalah fiqih dengan muridnya Mahdzab imam Abu Hanifah bersifat kolektif yang bersandar pada prinsip Syuro Mendidik murid-muridnya untuk menganalisa dan mengkaji sehingga kemampuan ijtihad muridnya tumbuh semenjak mereka masih berada dalam tahap belajar belajar Ushul (dasar-dasar)

Mahdzab Abu Hanifah 1. Merujuk pada Al-Quran 2. Berpegang teguh pada sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wassalam 3. Ijma 4. Jika tidak ada dalam Al-Quran dan As-Sunnah maka ia berpegangan pada ucapan Shohabat 5. Ijtihad (mencakup qiyas dan istihsan)

Murid-murid Imam Abu Hanifah Murid Abu Hanifah banyak sekali tetapi diantara yang termasyur ialah: Abu yusuf Zufar bin Hdzail Hasan bin Zayyad Al-lu’lu’i Kodifikasi fiqih Mahdzab Hanafi Abu Hanifah tidak membukukan fiqihnya. Murid-murid beliaulah yang meriwayatkan pendapat-pendapat Abu hanifah.diantaranya Abu yusuf adalah Al-Kharaj, ikhtilaf Abu Hanifah. Sedangkan karya Imam Muhammad bin hasan asy-syaibani ialah al-mabsuth, az-ziyadat, aljami al-kabir, aljami ash-shogir, al-atsar dan lainnya.

Wilayah tersebarnya mahdzab hanafi. Mahdzab hanafi menyebar di iraq, pakistan, kawasan-kawasan islam di rusia, cina dan mesir.

Imam Malik bin anas Nama: Malik bin Anas al-asbahi, dinisbatkan ke Dzi ashbah (sebuah suku di yaman) Lahir: dilahirkan pada tahun 93 H Wafat: di madinah tahun 179H. Guru-gurunya Robi’ah bin abdurrohman Abdurrahman bin harmaz Muhammad bin muslim bin syihab al-Zuhri Abu zinad Abdullah bin Dzakwan Dan lain-lain

Ushul Mahdzab imam Malik 1. Al-Qur’an 2. as-sunnah 3. ijma 4. pengalaman penduduk madinah 5. qiyas 6. pendapat shohabah 7. al-maslahat almursalah 8. ‘urf (adat) 9. sadd Dz-dzaori 10. istihsan 11. istishhab Murid-murid Imam Malik Abdullah bin wahb (menyertai imam malik selama 20thn) Abdurrahman Qasim Al-Mishri (menyertai imam malik selama 20thn) Abu hasan Al-Qurtubi. Asad bin furat. Dan lain-lain

Kodifikasi periwayatan fiqih imam malik’ Fiqih imam malik dibukukan dan diriwayatkan darinya menurut dua jalur: 1. kitab-kitab yang ditulis oleh imam malik sendiri, dan yang paling penting adalah al-Muwatho 2. kitab0kitab yang ditulis dan disebarkan oleh murid-muridnya. Sebagian mereka membukukan pendapat dan perkataanya dalam kitab al-mudawwanah. Kitab al-muwatho adalah kitab yang paling berharga yang ditulis oleh imam malik. Kitab ini memuat hadits-hadits Rasulullah sholallahu alaihi wassalam yang menurutnya shohih. Baik yang bersambung atau mursal sanadnya, fatwa-fatwa, keputusan shahabat, dan pendapat-pendapat tabiin. Imam malik merangkum menyususn menyeleksi selama empat puluh tahun dan menyusunya menurut bab-bab fiqih

Imam Asy-Syafi’i Nama: Abu abdillah muhammad bin idris asy-syafi’i Lahir: dilahirkan di Gazza pada tahun 150H Wafat: wafat di Mesir tahun 204 H. Guru-gurunya: Muslim bin Kholid az-zandi (mufti mekkah) Imam malik bin anas Muhammad bin hasan asy-syaibani Umar bin abu salmah

Usul mahdzab imam Asy-syafi’i 1. Al-Qur’an 2. as-sunnah 3. ijma’ 4. pendapat shohabat yang terdekat maknanya kepada Al-qur’an dan sunnah 5. jika tidak melihat adanya kedekatan ini maka ia berpegang kepada ucapan khulafa ar-rosyidin 6. qiyas Murid-muridnya: Hasan bin muhammad (dikenal dengan al-za’farani) Abu hasan Ali al-husain bin Ali (dikenal dengan al-karabisi) Isma’il bin yahya al-muzni 9murid yang paling cerdas dan selalu menyertai imam syafi’I sejak kedatangannya ke Mesir hingga wafat) Abu ya’qub yusuf bin yahya al-buwathi. Dan lain-lain

Kodifikasi periwayataan fiqih imam syafi’i: Pertama: kitab-kitab yang ditulis langsung oleh imam syafi’I seperti “ar-risalah” yaitu kitab pertama ushul fiqih dan juga “al-umm” yaitu kitab fiqih yang besar dan dengan gaya bahasa sempurna, menjelaskan pendapat-pendapat disertai dalil-dalil dan diskusi pendapat ulama fiqih lain dengan gaya ilmiah yang kental. Kitab ini diriwayatkan muridnya ar-rabi’ bin sulaiman al-maradi. Kedua: kitab-kitab yang ditulis oleh murid-muridnya yang banyak sekali jumlahnya, baik dari mesir atau dari iraq

Imam Ahmad bin Hanbal Nama: abu abdillah ahmad bin hanbal bin hilal asy-syaibani Lahir: di Baghdad pada tahun 164 H. Wafat: di baghdad tahun 241 H.

Ushul mahdzab imam Ahmad bin Hanbal 1. Al-Qur’an dan as-sunnah 2. fatwa shohabat yang tidak diketahui ada shohabat lain yang menentangnya. Ahmad bin Hanbal mengambilnya sebagai hujjah dan tidak menamakanya sebagai ijma. 3. jika shohabat berselisih pendapat, ia memilih pendapat yang mendekati Al-qur’an dan sunnah. 4. berpegang pada hadits mursal dan hadits dho’if jika tidak mendapati dalil lain yang menolaknya. Ini lebih diunggulkan daripada qiyas jika tidak ada nash, atsar, ucapan shohabat atau ijma yang bertentangan dengan hadits dho’if 5. Qiyas yang merupakan dasar terakhir baginya dan dipergunakanya karena darurot jika tidak didapati nash dalam Al-Qur’an, As-sunnah, fatwa shohabat, hadits mursal atau hadits dho’if

Kodifikasi periwayataan fiqihnya: Imam Ahmad bin Hanbal tidak menulis mahdzabnya. Ia tidak suka fatwa dan pendapatnya ditulis. Perhatiannya tertuju pada pengumpulan sunnah dan kodifikasinya. Namun para pengikutnya mengumpulkan banyak pendapat dan fatwanya dan menyusunya menurut bab-bab fiqih. Diantara pengikutnya yang menulis pendapat-pendapat imam Ahmad adalah Ahman bin Muhammad bin harun abu bakar al-Khalal dalam kitabnya “aljami” dan juga abu al-Qasim umar bin abu ali al-husain alkharqi dalam kitabnya yang masyur “al-mukhtashar” dan ibnu Qudamah al-Maqdisi men-syarh-nya dalam kitab “al-mughni. (NMM)

This entry was posted in materi, Pengantar Fiqih, Renungan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s