Wisata Mistis Bandung…??


Pro dan kontra terhadap wacana wisata mistis di Bandung ini memanas setelah Komunitas Bandung Trials mensusulkan agar wisatawan mengunjungi gedung-gedung angker peninggalan Belanda yang mempunyai cerita mistis.

Dengan label Urbandung Legend, komunitas ini mengajak wisatawan mengelilingi beberapa tempat yang dianggap angker, antara lain: Taman Belitung, SMA 5 dan SMA 3, Ambulans Bahureksa, dan sekolah St Aloysius.

Selain mendapat dukungan antara lain Wali Kota Bandung Dada Rosada, tapi wacana wisata mistis mendapat tentangan dari banyak pihak, antara lain MUI Kota Bandung. Para pendukung wisata mistis setuju dengan argumen potensi dan pangsa pasar yang menjanjikan. Sedang pihak-pihak yang tidak setuju berargumen pada sisi aqidah dan rasional. Wisata mistis dinilai sebagai tindakan yang merusak aqidah dan pembodohan akal bangsa.

Wacana Komunitas Bandung Trials mengadakan wisata mistis dengan mengajak wisatawan mengunjungi gedung-gedung peninggalan Belanda yang angker, mendapat penolakan dari Majelis Ulama Islam (MUI) Kota Bandung.

Ketua MUI Kota Bandung, KH Miftah Faridl mengatakan pengembangan wisata mistis di Bandung terlalu beresiko. Menurutnya, dikhawatirkan masyarakat semakin bodoh, irasional, dan juga dari sisi akidah terlalu riskan.

“Ini riskan. Kalau yang ikutnya malah jadi bodoh, bukan pinter. Ini juga tidak mencerdaskan bangsa. Dari segi akidah pun riskan,” ujarnya, Senin (7/6/2010).

Menurutnya, meski kegiatannya hanya sekedar mendongeng, namun ia menilai hal ini akan menimbulkan pro dan kontra.

“Kalaupun dilakukan, bagaimana harus bisa meminimalkan risiko. Tapi ya itu tadi, saya berpendapat ini tak mencerdaskan bangsa. Kita ini kan sekarang harus membuat bangsa ini makin pinter, makin rasional, bukan sebaliknya,” ujarnya panjang lebar.

Lebih lanjut dia mengusulkan, daripada mengembangkan wisata mistis, lebih baik wisata rohani. “Lebih baik kita ajak masyarakat berkunjung ke masjid atau tempat-tempat positif lainnya seperti pesantren tradisional ataupun tempat pendidikan lainnya. Di Bandung kan ada Aa Gym (Daarut Tauhid-red) juga ada Salman,” katanya.

Wisata mistis ini riskan. Kalau yang ikutnya malah jadi bodoh, bukan pinter. Ini juga tidak mencerdaskan bangsa. Dari segi akidah pun riskan

Sementara itu, pengamat pariwisata Djoni Sofyan Iskandar meminta kepada penggagas wisata mistis agar mengemasnya dengan kreatif dan edukatif.

“Untuk melakukan kegiatan seperti ini jangan tergantung pemerintah. Pelaksana acara pun harus bisa mengemasnya secara kreatif dan edukatif,” ujarnya ditemui di Kampus STPB, Jalan Setiabudhi.

Djoni juga meminta agar wisata mistis itu tidak terjebak dengan hal-hal negatif dan melanggar agama.

“Jangan sampai apa yang dilakukan itu melanggar norma agama dan harus sesuai dengan akal sehat. Cukup mendongeng saja tentang keangkerannya dengan gaya edukatif,” imbaunya. (voa-islam)

This entry was posted in berita lokal, Renungan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s