Pernyataan Imam Madzhab untuk mengikuti sunah dan meninggalkan yang menyalahi sunnah


Imam Abu hanifah

Beliau berkata: “jika suatu Hadits itu shahih, itulah madzhabku” {ibnu abiding dalam Kitab Al-Hasyiah 1/63 dan Litab Rasmul Muftu ¼ dari kumpulan tulisan ibnu Abidin]

“tidak halal bagi seseorang mengikuti perkataan kami bila ia tidak tau darimana kami mengambil sumbernya” [ibnu ‘Abdul Barr dalam Kitab Al-Intiqa fi Fadhail Ats-Tsalasah Al-Aimmah Al-Fuqaha hlm. 145, Ibnu Qayyim, I’lamul Muwaqqi’in II/309, Ibnu ‘Abidin dalam Hasyiyah Al-Bahri Ar-Raiq VI/293, dan Rasmu Al-Mufti hlm. 29 dan 32]

“kalau saya mengemukakan sesuatu pendapat yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam, Tinggalkan pendapatku itu.” [Al-Filani dalam Kitab Al-Iqazh hlm. 50]

Imam Malik bin Anas

“saya hanyalah seorang manusia, terkadang salah, terkadang benar. Oleh karena itu elitilah pendapatku. Bila sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, ambilah; dan bila tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, tinggalkanlah” [Ibnu ‘Abdul Barr dan dari dia juga Ibnu Hazm dalam Kitabnya Ushul Al-Ahkam VI/149, Al-Filani hlm. 72]

“siapapun perkataanya bisa ditolak dan bisa diterima, kecuali hanya Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam”  [Taqiyuddin Subki menyebutkannya dala Kitab Al-Fatawa I/148 dari ucapan Ibnu Abbas,. Karena ia merasa takjub atas kebaikan pernyataan itu, ia berkata: “ucapan ini diambil oleh Mujahid dari Ibnu ‘Abbas, kemudian Malik mengambil ucapan kedua orang itu, lalu orang-orang mengenalnya sebagai ucapan beliau sendiri”]

Ibnu Wahab berkata, “saya pernah mendengar Malik menjawab pertanyaan orang tentang menyela-nyela jari-jari kaki didalam wudhu, jawabnya, ‘hal itu buka urusan manusia’” Ibnu Wahab berkata: “lalu saya tinggalkan beliau sampai orang-orang yang mengelilinginya tinggal sedikit, kemudian saya berkata kepadanya ‘kita mempunyai Hadits mengenai hal tersebut.’ Dia bertanya: ‘ bagaimana Hadits itu?’ Saya Jawab: ‘Laits bin Sa’ad, Ibnu Lahi’ah, Amr bin Harits, meriwayatkan kepada kami dan Yazid bin ‘Amr Al-Mu’afiri, dari Abi ‘Abdurrahman Al-Habali, dari Mustaurid bin Syaddad Al-Quraisyiyyi, ujarnya: ‘saya melihat Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam menggosokan jari manisnya pada celah-celah jari-jari kakinya.’ Malik menyahut, ‘Hadits ini hasan, saya tidak mendengar ini sama sekali, kecuali kali ini.’ Kemudian dilain waktu saya mendengar diaditanya orang tentang hal yang sama, lalu beliau menyuruh orang itu menyela-nyela jari-jari kakinya.” [Muqaddimah Kitab Al-Jarh Wa At-Ta’dil, karya Ibnu Abi Hatim, hlm. 31-32 dan diriwayatkan secara lengkap oleh Baihaqi dalam sunan-nya I/81]

Imam Syafi’i

Riwayat-riwayat yang dinukil orang dari Imam Syafi’I dalam masalah ini lebih banyak dan lebih bagus. Ibnu Hazm berkata dalam kitabnya VI/118:

“Para ahli fiqih yang telah ditaklidi telah menganggap batal Taqlid itu sendiri. Mereka melarang para pengikutnya untuk taklid kepada mereka. Orang yang paling keras melarang dalam taklid ini adalah Imam Syafi’i. Beliau dengan keras menegaskan agar orang mengikuti Hadits-hadits yang shahih dan berpegangan pada ketetapan-ketetapan yang digariskan dalam hujjah selama tidak ada orang lain yang menyampaikan hujjah yang lebih kuat serta beliau sepenuhnya berlepas diri dari orang-orang yang Taklid kepadanya dan terang-terangan mengumumkan hal ini. Semoga Allah memberi manfaat kepada beliau dan memperbanyak pahalanya. Sungguh pernyataan beliau menjadi sebab mendapatkan kebaikan yang banyak.”

Imam Syafi’I berkata, “setiap orang harus bermadzhab kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam  dan mengikutinya. Apapun pendapat yang aku katakana atau sesuatu yang aku katakana atau sesuatu yang aku katakana itu berasal dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam tetapi ternyata berlawanan dengan pendapatku, apa yang disabdakan Rasulullah itulah yang menjadi pendapatku.” [HR Hakim dengan sanad bersambung kepada imam Syafi’I dalam Kitab Tarikh Damsyiq, Karya Ibnu ‘Asakir XV/1/3, I’lam Al-Muwaqqi’in II/363/-364 hlm. 100]

“seluruh kaum muslim telah sepakat bahwa orang yang secara jelas telah mengetahui suatu Hadits dari Rasulullah tidak halal meninggalkannya guna mengikuti pendapat seseorang” [Ibnu Qayyim II/361, dan Al-Filani hlm. 68]

“nila kalian menemukan dalam kitabku sesuatu yang berlainan dengan Hadits Rasulullah, peganglah Hadits Rasulullah itu dan tinggalkanlah pendapatku itu” [Harawi dalam kiab Dzamm Al-Kalam III/47/1, Al-Khatib dalam Ihtijaj bi Asy-Syafi’I VII/2, Ibnu Askir XV/9/1, Nawawi dalam Majmu’ I/36, Ibnu Qayyim II/361, Al-Filani hlm.100 dan riwayat lain oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah IX/107 dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya III/284 Al-Ihsan dengan sanad yang Shahih dari beliau, riwayat semakna]

“bila suatu Hadits itu shahih, itulah Madzhabku” [Nawawi, dalam Al-Majmu’, Sya’rani I/57 dan ia nisbatkan kepada Hakim dan Baihaki, Filani hlm. 107. Sya’rani berkata: “Ibnu Hazm menyatakan Hadits ini shahih menurut penilaiannya dan penilaian imam-imam yang lain”]

“Kalian lebih tau tenang Hadits para rawinya dari pada aku. Apabila suatu Hadits itu shahih, beritaukanlah kepadaku biar dimanapun orangnya, apakah di Khafah Basrah atau  Syam, sampai aku pergi menemuinya” (Ucapan ini ditujukan kepada Imam Ahmad, dan Hambal, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dalam kitab Adabu Asy’syafi’I hlm 94-95, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah IX/106, Al-Khatib dalam Al-Ihtija VIII/I, diriwayatkan pula oleh Ibnu Asakit dari beliau/ XV.9/I, Ilmu ‘Abdil Bart dalam Intiqa hlm 75, Ibnu Jauji dalam ManaqibImam Ahmad hlm.

“Bila suatu masalah ada Haditsnya yang sah dari Rasulullah saw menurut kalangan ahli Hadits, tetapi pendapatku menyalahinya, pasti aku akan mencabutnya,baik elama aku hidup maupun setelah aku mati” (Abu Nu’aim dalam Al-Hilyh IX/107, Al-Harawi 47/1, Ibnul Qayyim dalam Al-lam II/363 dan Al-Filani hlm 104.

“Bila kalian mengetahui aku mengatakan suatu pendapat yang ternyata menyalahi Hadits Nabi yang shahih, ketahuilah bahwa hal itu pendapatku tidak berguna” (Ibnu Abi Hatim dalam Adabu Asy-Syafi’I hlm 93, Abul Qasim Samarqandi dalam Al-Amali seperti pada Al-Muntaqa 1/234,Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah IX/106, Dari Ibnu Asakir 15/10/1 dengan sanad shahih).

“Setiap perkataan bila berlainan riwayat yang shahih dari Nabi saw. Hadits nabi lebih utama dan kalian jangan bertaklid kepadaku” (Ibnu Abi Htim hlm 93, Abu Nu’aim dan Ibnu’asakir 15/9/2 dengan shanat shahih)

“Setiap Hadits yang datang dari Nabi.saw. berarti itulah pendapatku, sekalipun kalian tidak mendengarnya sendiri dari aku”. (Ibnu Abi Hatim, hal 93-94).

Imam Ahmad bin Hanbal (Imam Hambali)

“Ahmad bin Hanbal merupakan seorang imam yang paling banyak menghipun Hadits dan berpegang teguh kepadanya, sehingga beliau beci menjamah kitab-kitab yang memuat masalah furu’ dan ra’yu (Ibnu Jauzi dalam Al- Mutaqib hlm 192)

Beliau menyatakan sebagai berikut.”Janganlah engkau taklid kepadaku atau kepada Malik, Syafi’I, Auza’I, dan Tsauri, tetapi ambilah dari sumber mereka mengambil.”(Al-Filani hlm 113dan Ibnu Qayyim dalam Al-I’lam II/302.)

Pada riwayat lain disebutkan;

“Janganlah kamu taklid kepada siapapun  dari mereka dalam urusan agamamu. Apa yang datang dari Nabi.saw.dan para sahabatnya, itulah hendaknya yang kamu ambil.Adapun tentang tabi’in, setiap orang boleh memilihnya (menolak dan menerima) ”Kali lain dia berkata “Yang dinamakan ittiba’yaitu mengikuti apa yang datang dari Nabi.saw dan para sahabatnya ,sedangkan yang datang daripada tabi’in boleh di pilih” (Abu Dawud dalam Masa’il Imam Ahmad,276-277.)

“Pendapat Auzia’I, Malik, dan Abu Haqnif adalah ra’yu (pikiran) Bagi saya semua ra’yu sama saja, tetapi yang menjadi hujjah agama adalah yang pada atsar (Hadits)“ (Ibnu Abdul Barr dalam Al-Jami’ II/149.)

“Barang siapa yang menolak Hadits Rasulullah.saw. dia berada di jurang kehancuran” (Ibnu Jauzi hlm.142)

This entry was posted in materi, Pengantar Fiqih. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s