Putusan Sidang Putri Monawaroh


“Hakim membangkitkan firaun-firaun baru untuk melibas aktivis muslim.

___________________

JAKARTA – Mendengar Putri Munawaroh dijatuhi hukum 3 tahun penjara, puluhan Muslimah bertakbir. Mereka menuding vonis itu memberangus kebebasan beragama. Sidang pun berlangsung dalam suasana gaduh.

“Hakim membangkitkan firaun-firaun baru untuk melibas aktivis muslim. Jika UUD memberi jaminan kebebasan beragama, kenapa ini dihukum,” ucap seorang pendemo di antara pengunjung sidang di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (29/7/2010).

Selain menghujat keputusan tersebut, puluhan pendemo menggelar spanduk 3×1 meter yang bertuliskan ‘Bebaskan Putri dan Bayinya dari Kebiadaban Densus 88 dan Sekutunya’. Mereka yang kebanyakan adalah perempuan bercadar memberikan dukungan kepada Putri Munawaroh.

“Bubarkan Densus, bubarkan Densus. Ayo lahirkan teroris-teroris baru dari rahim-rahim kalian,” ucap simpatisan yang mengenakan cadar.

Putri Munawaroh dinyatakan terbukti bersalah oleh hakim dengan dalih telah membantu menyembunyikan Noordin M Top. Hukuman 3 tahun penjara bagi janda asy-syahid (Insha Allah) Hadi Susilo itu merupakan hukuman minimal dalam UU 15/2003 tentang terorisme. (dtk/arrahmah.com)

Seharusnya bebas, Putri munawaroh tetap dihukum 3 Tahun

Putusan dzolim hakim ini sontak mendapat kecaman dari para pengunjung sidang. Para muslimah pun menggelar orasi di depan ruang sidang. Perlawan terus berlangsung!

Sebelumnya, pengacara Putri Munawaroh dari TPM, Achmad Michdan menginginkan hakim membebaskan Putri dari seluruh tuduhan, karena memang tidak terbukti bersalah. Beliau mengatakan, apapun putusannya, Putri akan mengajukan banding kecuali dibebaskan.

Kini, setelah palu hakim diketukkan dan tetap menghukum Putri dengan hukuman penjara selama 3 tahun, maka Achmad Michdan selaku pengacara Putri sangat kecewa dan bermaksud akan banding. Karena seharusnya Putri dibebaskan, ucapnya selesai mengikuti persidangan.

Sidang Putri Munawaroh yang semula dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB molor hampir 3 jam. Menjelang pukul 13.00 WIB, hakim baru memasuki ruang sidang, disusul masuknya Putri Munawaroh, istri almarhum asy syahid (Insya Allah) Hadi Susilo yang dibunuh Densus 88.

Ketika Putri Munawaroh memasuki ruang sidang, para pengunjung yang didominasi muslimah bercadar dan berbusana hitam meneriakkan takbir yang bergemuruh. Para muslimah dan ummahat ini memang sudah sejak jam 10 pagi berkumpul di PN Jaksel, juga beberapa pengunjung pria yang setia menunggu sidang vonis Putri Munawaroh. Tanpa lelah dan tetap bersemangat mereka menunggu hakim membacakan vonisnya untuk Putri.

Hampir setengah jam, hakim ketua yang mempimpin sidang sibuk membaca bakal putusan untuk Putri. Dengan samar dan berguman, serta tidak terdengar dengan jelas, hakim terus saja membaca dan akhirnya membuat pengunjung bosan dan tidak sabar menunggu vonis.

Akhirnya, masih dengan suara yang tidak begitu jelas, terdengar hakim memvonis Putri Munawaroh, dengan hukuman penjara selama 3 tahun. Sontak para pengunjung memprotes dan meneriakkan takbir serta melaknat hakim dan jaksa. Para wartawan pun sibuk mengambil momen yang tidak biasa tersebut.

Demo Atas Kedzoliman Terhadap Putri

Putri tidak bersalah. Ini semua adalah kedzoliman kepada kaum Muslimin dengan dalih memerangi terorisme. Jika kami dituduh teroris, maka lahirkanlah para teroris dari rahim kalian wahai para ibu. Begitu sebagian isi protes dan demo yang diadakan spontan oleh para muslimah yang menghadiri sidang Putri Munawaroh, Kamis (29/7) di PN Jaksel.

“Hakim membangkitkan firaun-firaun baru untuk melibas aktivis muslim. Jika UUD memberi jaminan kebebasan beragama, kenapa ini dihukum,”

“Bubarkan Densus, bubarkan Densus. Ayo lahirkan teroris-teroris baru dari rahim-rahim kalian,”  sambung muslimah pendemo yang ditimpali dengan takbir bergemuruh.

Dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Bebaskan Putri Munawaroh dan Bayinya Dari Kebiadaban Densus 88 & Sekutunya (Laknatullah ‘Alaikum ‘Ajmain)” seorang muslimah didampingi beberapa muslimah lainnya mengadakan orasi sekitar 10 menit. Sayangnya, tidak tahan mendengar kritik pedas dan nasehat keras dari para muslimah ini, beberapa polisi menghalau para muslimah agar keluar dari ruang sidang.

Putusan hakim yang menghukum Putri 3 tahun memang sangatlah dzolim. Dalam kasus ini, Putri jelas-jelas tidak bersalah. Putri menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mengetahui bahwa tamu suaminya yang menginap di rumah mereka adalah Noordin M. Top.

“Dia sempat bertanya kepada suaminya, itu siapa? Suaminya hanya jawab, itu tamu titipan dari ustadz dan sebagai orang yang taat kepada agama, dia percaya ke sang suami,”

Satu hal yang juga harus menjadi perhatian hakim untuk membebaskan Putri adalah karena saat ini dia memiliki anak yang masih bayi dan selama ini dirawat dalam tahanan. Jadi, suatu tindakan yang sangat dzolim jika Putri tetap dihukum 3 tahun penjara sementara dia juga harus merawat anaknya yang masih bayi. Untuk itu, perlawanan harus terus dilanjutkan, perlawanan belum berakhir. Allahu Akbar! (arrahmah.com)

This entry was posted in berita lokal. Bookmark the permalink.

One Response to Putusan Sidang Putri Monawaroh

  1. aisyah says:

    bersabarla,whai muslimah sjati..INSYAALLAH,sda ada syurga yg d sediakn oleh ALLAH buat kalian smua…amien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s